Terima kasih anda telah mengunjungi blog ini, blog yang berisikan tentang ilmu geologi. Blog ini tak hanya ditujukan untuk geologist dan mahasiswa ilmu kebumian lainnya, namun blog ini juga ditujukan untuk anda yang penasaran terhadap ilmu geologi. Semoga bermanfaat!

Senin, 22 November 2010

klasifikasi citra bagi pemetaan penyebaran batuan

Lillesand & Kiefer (1994) menyatakan permukaan bumi sangat bervariasi dan kompleks dengan relief topografi, komponen material yang mendasari tiap bagian permukaan dan pelaku perubahan yang terjadi. Setiap batuan, retakan dan efek lain gerakan internal, erosi dan pengendapan merupakan tanda perubahan yang terjadi pada bumi. Seseorang yang akan merinci dan menerangkan material batuan bumi dan struktur geologi harus mengerti asas geomorfologi dan dapat mengenali variasi material dan struktur batuan.

Proses pemetaan geologi akan jauh dipermudah dengan menggunakan pengamatan citra landsat terlebih dulu. Deposit mineral yang ada di permukaan bumi atau dekat permukaan bumi yang mudah didatangi sudah sulit ditemukan, maka perhatian sekarang ditujukan pada deposit yang jauh dibawah bumi atau pada lokasi yang sulit didatangi. Banyak informasi tentang daerah yang potensial untuk eksplorasi dapat ditemukan dengan interpretasi bentuk permukaan pada citra landsat. Citra landsat sesuai untuk pemetaan geologi karena terdapat gelombang inframerah yang berfungsi untuk membedakan formasi batuan dan untuk pemetaan hidrotermal. Beberapa peneliti yang telah melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengolahan citra yaitu Phill Clogg & Margarita Diaz-Andreu (1999) melakukan penelitian pengolahan citra yaitu citra jejak (record) pada batuan. Indra Riyanto dan wihartini (2007) melakukan penelitian pengolahan citra dengan metode transformasi wavelet A Trous dan segmentasi watershed.

Citra landsat yang ada seringkali belum dapat memberi informasi yang optimal, sehingga untuk memperoleh informasi yang baik perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan citra landsat yaitu komposit warna, interpretasi manual visual, klasifikasi dan uji akurasi. Dari 2 proses tersebut akan dihasilkan produk berupa citra baru yang membantu dalam proses identifikasi kondisi geologi yaitu sebaran batuan dan struktur geologi. Selanjutnya dilakukan analisa citra menghasilkan peta geologi. Peta geologi mencakup penyebaran jenis batuan dan kelurusan (struktur geologi).


sumber : http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-11411-Chapter1.pdf
Read more >>

Sabtu, 20 November 2010

APA ITU PALEONTOLOGI?

Paleontologi : ilmu yang mempelajari kehidupan purba.
Paleobotani : studi tumbuhan purba.
Paleozoologi : studi hewan purba.

Paleontologi Vertebrata : homunid (manusia purba), hewan menyusui besar (gajah, badak, sapi/kerbau, rusa dll), hewan menyusui kecil (tikus kelinci dll).

Paleontologi Invertebrata :
Protozoa
Colentarata
Echinodermata
Porifera
Bryozoa
Brachiopoda
Moluska

>Berdasarkan dari ukuran obyeknya maka dibagi 2 :

>Makropaleontologi : adalah cabang dari paleontologi (paleontobotani/paleozoologi) yang mempelajari obyek-obyek dengan ukuran relatif besar dan tidak memerlukan alat bantu mikroskop contoh : paleontologi vertebrata.
>Mikropaleontologi : cabang dari paleontologi yang khusus membahas semua organisma yang berukuran kecil (mikroskopik) sehingga pada pelaksanaannya harus mempergunakan alat bantu mikroskop. Conto : Ostracoda, Radiolaria, Diatomea, Palynology, Nannoplakton dll.

Kegunaan Paleontologi :
>Menentukan umur geologi suatu tubuh batuan permukaan maupun dibawah permukaan (sub surface).
>Korelasi.
>Lingkungan pengendapan dan studi fasies.
>Membantu untuk memecahkan problem geologi struktur , misalnya dalam menemukan ada tidaknya sesar.



Fosil adalah sisa atau jejak tumbuhan atau hewan (organik) yang terawetkan secara alamiah dan berumur lebih tua dari Holosen (10.000 tahun yang lalu).

Syarat syarat pemfosilan :
>Penguburan yang cepat dalam suatu media pelindung.
>Mempunyai bagian-bagian yang keras, seperti cangkang, rangka.
>Kondisi yang bebas dari bakteri pembusuk sehingga proses pembusukan dapat dicegah.

Faktor-faktor yang memungkinkan pembentukan fosil pada organisma yang hidup didarat :
>Terperangkap oleh batugamping tufa. Air sumber pada pegunungan gamping mengandung banyak CaCo3. Jika air ini muncul di permukaan akan mengendapkan CaCo3. Di tempat inilah organisme akan tersimpan dan terawetkan karena diselimuti oleh selaput tipis CaCo3 sehingga terhindar dari bakteri pembusukan.

>Tertutup debu vulkanis. Pada waktu terjadi erupsi maka banyak debu yang jatuh disekitar lereng-lereng gunung api. Debu ini dapat mengubur hewan maupun tumbuhan sehingga terawetkan contoh : fosil-fosil invertebrata di Jawa.

>Tertutup oleh endapan loess(endapan debu yang sangat halus yang diendapkan oleh angin). Debu ini dapat menutupi semua hewan yang mati terutama gastropoda serta invertebrata yang lain yang hidup di darat sehingga memungkinkan menjadi fosil.


Proses Pemfosilan :
>Fosil-fosil yang tidak termineralisasi
>Fosil-fosil yang termineralisasi.

Fosil-fosil yang tidak termineralisasi.
Pada kelompok ini, rongga-rongga pada cangkang fosil tidak mengalami pengisian oleh mineral. Kelompok ini terdiri dari :
>Fosil yang tidak terubah, banyak dijumpai pada batuan berumur Mesozoikum dan kenozoikum, seperti gigi ikan hiu, berbagai tulang dan cangkang moluska.
>Amber, terbentuk jika hewan atau tumbuhan terperangkap didalam getah.
>Distilasi, merupakan proses pemfosilan dimana kandungan gas dan air pada organisme menguap dan meninggalkan residu karbon (carbonaceous residue)
>Mumi, merupakan proses pemfosilan yang diakibatkan oleh kondisi yang sangat kering.
>Pemfosilan dalam aspal, prosesnya sama seperti amber tetapi yang merupakan bahan pembungkus adalah aspal.
>Pemfosilan dengan cara pembekuan. Dalam hal ini hewan yang mati tertutup serta terlindungi oleh lapisan es yang pembekuannya dengan segera.




Fosil-fosil yang termineralisasi :
Fosil yang termasuk dalam kelompok ini mengalami penambahan, pengurangan atau penggantian seluruh zat-zat penyusunnya. Kelompok ini terdiri dari : Histometabasis dan boring.

Histometabasis, merupakan istilah yang khusus digunakan untuk fosil yang terbentuk akibat proses penggantian jaringan organisme oleh mineral dengan tetap mempertahankan struktur asalnya. Histometabasis dibagi menjadi :
>Tapak (external mold) : merupakan impresi (gambaran) bagian luar yang ditinggalkan oleh organisme dalam batuan.
>Tuangan (internal mold) : adalah impresi yang terjadi karena fosil itu sendiri oleh satu dan lain hal telah lenyap dan rongga kosong di dalam lapisan tanah yang ditinggalkan oleh fosil itu diganti oleh zat lain.
>Cetakan (cast) : jenis ini terjadi terjadi jika rongga antara tapak dan tuangan terisi oleh suatu zat lain dari luar, sedangkan fosil itu sendiri oleh satu dan lain hal telah lenyap.

Boring
Merupakan liang dalam tanah yang dibuat oleh hewan seperti cacing, tikus, kerang, dan lain-lain yang bila terisi oleh batuan dapat menjadi fosil.

KLASIFIKASI
Klasifikasi diartikan sebagai suatu aturan yang mengelompokkan benda-benda dalam kategori masing-masing. Maksud dari klasifikasi adalah penyederhanaan. Dalam hal klasifikasi organisma, hal-hal yang diperhatikan adalah hubungan genetika antara yang satu dengan yang lainnya melalui taraf-taraf evolusi.


Terdapat dua macam istilah klasifikasi organisma, yaitu :

>Natural classification, adalah suatu penggolongan organisma berdasarkan pada jenis lingkungan yang ditempatinya, misalnya : lingkungan sungai, laut, rawa dll.
>Artificial classification, adalah suatu penggolongan organisma berdasarkan sifat-sifatnya (characters), seperti habitat, ukuran, penyebaran kedalaman dan geografi.

Henry Wood, pada tahun 1958 telah membahas secara praktis mengenai 9 phyla dalam klasifikasi hewan. Ke 9 phyla tersebut adalah :

Kingdom -----> Sub Kingdom
Branch -----> Sub Branch
Grade -----> Sub Grade
Phylum -----> Sub Phylum
Class -----> Sub Class
Ordo -----> Sub Ordo
Super-Family -----> Family
Genus -----> Sub Genus
Species -----> Sub Species

Dalam pembahasa paleontologi, biasanya klasifikasi dimulai dari Phylum hingga species


Nomenklatur
Organisma yang hidup atau pernah hidup (sudah menjadi fosil) pasti mempunyai nama. Nama organisma tersebutumumnya menggunakan Bahasa Latin. Bahas latin pada umumnya merupakan bahasa yang sudah dipakai dalam hal-hal ilmiah (pada saat itu) dan bahasa ini digolongkan sebagai bahasa mati, bahasa yang tidak akan mengalami perubahan.

Seorang ahli bangsa Swedia, Carl Von Linne (1707-1778), telah memperkenakan sistem Binominal Nomenclature atau sistem penamaan binominal pada organisma. Binominal nomenclatur menggunakan 2 nama pada setiap organisma, dengan pembagian :
1)Nama Pertama adalah Nama Genus, huruf pertama huruf besar, contoh : Globigerinoides.
2)Nama kedua adalah nama Species, huruf pertama huruf kecil, contoh : immaturus.

Jadi nama organisma tersebut adalah Globigerinoides immaturus.
Read more >>

Rabu, 17 November 2010

kegunaan fosil "Mengetahui evolusi makhluk hidup"

Para ahli paleontologi, setelah meneliti isi fosil dari lapisan batuan batuan yang berbeda-beda umurnya berkesimpulan bahwa batuan yang lebih tua mengandung fosil yang lebih sedikit, bentuknya lebih primitip. Semakin muda umur batuannya, isi fosilnya semakin banyak dan strukturnya semakin canggih. Dari sini kemudian para ahli tersebut berkesimpulan bahwa organisme yang pernah ada di bumi kita ini mengalami perkembangan, mulai dari sederhana menunju ke bentuk yang lebih kompleks dalam waktu yang sangat lama. Hal ini yang kemudian dikembangkan oleh ahli biologi sebagai teori evolusi organisme.


sumber http://geologikita.blogspot.com/
Read more >>

Kamis, 11 November 2010

PALEONTOLOGI - Phylum Moluska - Klas Pelecypoda

Phylum Moluska
Berasal dari bahasa latin mollusca yang berarti sejenis kacang-kacangan yang terbungkus oleh cangkang yang tipis. Sering juga dinamakan lamelibranchiata (binatang berinsang berbentuk lempeng) atau bivalvia (mempunyai 2 lempeng). Phylum Moluska mencakup kelompok hewan penting yang jumlahnya meliputi lebih dari 150 ribu spesies yang masih hidup dan beberapa ribu spesies yang telah punah.
Ukuran binatangnya berlainan, berkisar antara beberapa mm sampai 25 m, namun Tridacna, kelompok pelecypoda yang hidup dilaut sekarang berbobot 225 kg, dimana bila ke2 cangkangnya terbuka, seorang anak kecil dapat masuk kedalamnya.
Phylum Moluska mulai muncul pada permulaan zaman Kambrium serta mempunyai daya adaptasi yang sangat besar . Mereka dapat hidup di darat mulai dari iklim yang lembab sampai iklim padang pasir, juga hidup di padang rumput. Beberapa jenis dapat memanjat pohon serta bukit-bukit yang tinggi , sementara yang hidup di laut berupa plankton, nekton dan bentos. Umumnya bertahan hidup beberapa tahun saja, namun ada juga yang dapat berumur panjang misalnya Tridacna.
Moluska mempunyai tubuh yang lunak, tidak beruas, pada umumnya simetri bilateral (kecuali kelompok gastropoda), dan biasanya dilindungi oleh cangkang dengan mulut berada di bagian anterior dan anus di posterior. Kaki ada di bagian ventral yang berguna untuk merayap, menggali mengebor dan berenang dan mantel di bagian dorsal.
Cangkang moluska yang hidup di laut terbentuk dari kalsit dan aragonit, sedang yang hidup di darat dan air tawar terbentuk dari aragonit.
Berdasarkan hypotetical fosil archimolusc (ancestor molusc) maka Moluska terbagi menjadi beberapa kelas,seperti telihat pada gambar 1

Read more >>

Jumat, 24 September 2010

Profesi Geologist Sangat Menjanjikan

Profesi-Profesi dengan Gaji Termahal Tahun 2008

Tahun ini ada sederet profesi yang sedang “hot” dan
memberikan penghasilan begitu tinggi bagi para
pelakunya, hingga Rp1 miliar lebih per tahun. Artinya,
tak kalah besar dibanding gaji seorang CEO. Profesi
apa saja?

Hilmi Panigoro mengeluh. Dalam kurun waktu dua tahun
terakhir, presdir PT Medco Energi Internasional Tbk.
(MEI) ini harus rela kehilangan 30 tenaga senior
geologist andalannya. Itu berarti sekitar sepertiga
dari total senior geologist yang bekerja di MEI.
Mereka banyak yang pindah atau bahkan dibajak oleh
perusahaan minyak besar asal UEA, Qatar, Arab Saudi,
atau Malaysia, seperti Qatar Petroleum, Saudi Aramco,
dan Petronas. “Tadinya saya tidak pernah berkompetisi
dengan mereka karena dulu mereka mengambil
tenaga-tenaga ahli ekspatriat asal Amerika dan
negara-negara maju lainnya. Namun, saat ini saya mesti
waspada,” terang Hilmi.

Bagi perusahaan minyak seperti MEI, kehilangan tenaga
senior geologist sebanyak itu tentu menjadi persoalan
yang cukup serius. Pasalnya, senior geologist adalah
orang kunci di bisnis perminyakan. Mereka terutama
bertugas untuk mendapatkan ladang-ladang minyak baru.
“Jiwa perusahaan minyak itu ada di geolognya. Tanpa
mereka, tentu perusahaan sulit mengetahui letak sumber
minyak yang ada,” ujar Ridwan Jamaludin, sekjen Ikatan
Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Pada level pengambilan
keputusan pun, posisi geolog sangat berperan. Sebab,
seperti pada keputusan melanjutkan pengeboran atau
tidak saja, masalah besarnya cost yang akan ditanggung
harus benar-benar diperhitungkan.

Celakanya, tidak banyak orang yang berprofesi sebagai
senior geologist. Mencetak tenaga ahli di bidang
geologi tidak bisa instan. Untuk menjadi seorang
geolog senior andal, seseorang harus terlebih dahulu
berhasil menempuh pendidikan tinggi di jurusan ilmu
geologi. Kemudian, ia juga harus sukses menangani
berbagai proyek penambangan selama belasan tahun.
Maka, seiring dengan kenaikan harga minyak dan
komoditas pertambangan dunia saat ini, banyak
perusahaan pertambangan dunia “berburu” tenaga senior
geologist. Oleh karena tidak mau kehilangan momentum
kenaikan harga, mereka pun tak segan-segan membajak
tenaga senior geologist dari perusahaan pertambangan
lainnya, termasuk dari Indonesia.

Menurut Hilmi, alasan perusahaan-perusahaan
pertambangan luar negeri melirik senior geologist asal
Indonesia karena Indonesia telah mengelola minyak
lebih dari 100 tahun. Maka, geolog-geolog asal
Indonesia dinilai juga tak kalah pengalaman. “Dan,
yang terutama, tenaga ahli kita cenderung bisa digaji
lebih murah dari ekspat-ekspat Amerika,” cetus Hilmi.
Adik kandung pengusaha Arifin Panigoro ini
menggolongkan senior geologist sebagai profesi dengan
tingkat turnover yang termasuk paling tinggi saat ini.

Meningkatnya kebutuhan tenaga senior geologist tentu
berimbas juga kepada tingginya kompensasi yang
diberikan. Ridwan memaparkan, perusahaan pertambangan
asing yang beroperasi di Indonesia berani menggaji
seorang senior geologist hingga US$9.000 atau sekitar
Rp85,5 juta tiap bulan (dengan kurs US$1 = Rp9.500).
Jadi, penghasilan tetapnya dalam setahun mencapai Rp1
miliar lebih. “Itu pun di luar bonus tahunan dari
perusahaan,” tandas Ridwan. Besarnya penghasilan
senior geologist yang bekerja di perusahaan
pertambangan di luar negeri lebih tinggi lagi. Data
IAGI menyebutkan seorang senior geologist di luar
negeri, dengan pengalaman kerja di atas 10 tahun,
rata-rata mampu mengantongi gaji US$12.000–15.000
(sekitar Rp114–142,5 juta) per bulan atau Rp1 miliar
lebih per tahun.

Ungkap Bernadette R. Themas, country general manager
PT BTI Consultants Indonesia, sebuah perusahaan
konsultan SDM, sektor minyak dan gas memang merupakan
bidang usaha yang menjadi “hot jobs” tahun ini. Tidak
hanya senior geologist, kebutuhan tenaga ahli di
bidang migas lainnya, seperti reservoir engineer dan
petroleum engineer, juga besar. “Permintaan terhadap
mereka begitu tinggi, sehingga peluang mereka
mendapatkan gaji tinggi sangat besar. Bahkan, bisa
setara dengan gaji CEO perusahaan besar sekalipun,”
tutur Bernadette.

sumber http://findlowongankerja.com/s/standar-gaji-2010-pengalaman-kerja-2-tahun/?f=9&p=1

Read more >>

Kamis, 15 Juli 2010

struktur sedimen primer, sekunder, dan organik

Studi struktur Sedimen paling baik dilakukan di lapangan ( Pettijohn, 1975 ), dapat dikelompokkan menjadi tiga macam struktur, yaitu :

1. Struktur Sedimen Primer
Struktur ini merupakan struktur sedimen yang terbentuk karena proses sedimentasi dapat merefleksikan mekanisasi pengendapannya. Contohnya seperti perlapisan, gelembur gelombang, perlapisan silang siur, konvolut, perlapisan bersusun, dan lain-lain. (Suhartono, 1996 : 47)
Struktur primer adalah struktur yang terbentuk ketika proses pengendapan dan ketika batuan beku mengalir atau mendingin dan tidak ada singkapan yang terlihat. Struktur primer ini penting sebagai penentu kedudukan atau orientasi asal suatu batuan yang tersingkap, terutama dalam batuan sedimen.
Struktur yang terbentuk sewaktu proses pengendapan sedang berlangsung termasuk lapisan mendatar (flat bedding), lapisan silang, laminasi, dan laminasi silang yang mikro (micro-crosslamination), yaitu adanya kesan riak. (Mohamed, 2007).

2. Struktur Sedimen Sekunder
Struktur yang terbentuk sesudah proses sedimentasi, sebelum atau pada waktu diagenesa. Juga merefleksikan keadaan lingkungan pengendapan misalnya keadaan dasar, lereng dan lingkungan organisnya. Antara lain : beban, rekah kerut, jejak binatang.

3. Struktur Sedimen Organik
Struktur yang terbentuk oleh kegiatan organisme, seperti molusca, cacing atau binatang lainnya. Antara lain : kerangka, laminasi pertumbuhan.
Read more >>

skala waktu geologi dan struktur bumi

SKALA WAKTU GEOLOGI
Skala waktu geologi digunakan oleh para ahli geologi dan ilmuwan untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah Bumi . Waktu geologi bumi disusun menjadi beberapa unit menurut peristiwa yang terjadi pada tiap periode. Masing-masing zaman pada skala waktu biasanya ditandai dengan peristiwa besar geologi.
Rentang waktu
Rentang waktu kedua dan ketiga masing-masing merupakan subbagian dari garis waktu sebelumnya yang ditandai dengan atau tanda bintang (asterisk). Holosen, (kala terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini.
.








Berikut dari poeriode terpanjang hingga terpendek :
1. Eon
Merupakan periode waktu terpanjang, terbagi menjadi 3 Eon, yaitu Arkeozoikum, Proterozoikum, dan Fanerozoikum.
2. Era
Eon terbagi menjadi beberapa Era, Fanerozoikum terbagi menjadi paleozoikum , Mesozoikum, dan Kenozoikum.
3. Periode
Meruapakan bagian dari Era, missal Mesozoikum terbagi menjadi Triasik, jura, kapur.
4. Epoch
Pembagian dari Periode, contohnya awal kapur, pertengahan kapur, akhir kapur.
5. Age
Pembagian akhir yang terdiri dari rentang beberapa juta tahun.


Struktur Bumi
Struktur dan komposisi bumi terdiri dari 3 komponen, yaitu :

1. Core, inti bumi berukuran diameter 7000 km dan terdiri dari besi dan nikel. Lapisan paling luar (tebal 2200 km) merupakan liquid atau cairan. Lapisan terdalam bersifat solid atau padat
2. Mantel bumi, terletak di antara kerak dan inti luar bumi. Mantel bumi merupakan batuan yang mengandung magnesium dan silikon. Suhu pada mantel bagian atas ±1300 °C-1500 °C dan suhu pada mantel bagian dalam ±1500 °C-3000 °C
3. Kerak bumi, adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.


MINERAL DAN BATUAN
Batuan diklasifikasikan berdasarkan mineral dan komposisi kimia, dengan tekstur partikelnya dan dengan proses terbentuknya. Maka batuan diklasifikasikan menjadi Igneous, Sedimentary dan Metamorphic. Ketiga jenis batuan ini pada proses pembentukannya saling melengkapi dan berupa siklus. Lihat gambar siklus pembentukan batuan.


1. (Batuan Beku), terbentuk oleh pembekuan magma dan dibagi menjadi batuan plutonic dan batuan volcanic. Plutonik atau intrusive terbentuk ketika magma mendingin dan terkristalisasi perlahan didalam crust (contohnya granite). Sedangkan volcanic atau extrusive membeku dan terbentuk pada saat magma keluar kepermukaan sebagai lava atau fragment bekuan (contohnya batu apung dan basalt).
2. (Batuan Sedimen), terbentuk karena endapan dari hasil erosi material-material batuan, organic, kimia dan terkompaksi serta tersementasi. Batuan ini terbentuk di permukaan bumi yang terdiri dari; 65% Mudrock (mudstone, shale dan siltstone); 20%-25% Sandstone dan 10%-15% Carbonate Rock (limestone dan dolostone).
3. (Batuan Metamorf), terbentuk hasil ubahan/alterasi dari mineral dan batuan lain karena pengaruh tekanan dan temperatur. Tekanan dan temperatur yang mempengaruhi pembentukan batuan ini sangat tinggi dari pada pembentukan batuan beku dan sedimen sehingga mengubah mineral asal menjadi mineral lain.
Sedangkan Mineral diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik dan komposisi kimia. Sifat fisik mineral antara lain berdasarkan:
1. Struktur kristal, diamati melalui mikroskop.
2. Kekerasan (Hardness), diukur berdasarkan Mohs scale (1-10) ;
1. Talc Mg3Si4O10(OH)2
2. Gypsum CaSO4•2H2O
3. Calcite CaCO3
4. Fluorite CaF2
5. Apatite Ca5(PO4)3(OH,Cl,F)
6. Orthoclase KAlSi3O8
7. Quartz SiO2
8. Topaz Al2SiO4(OH,F)2
9. Corundum Al2O3
10. Diamond C (pure carbon)
3. Kilap (Luster), diukur dari interaksi terhadap cahaya.
4. Warna (Colour), tampak oleh mata.

Geologi Struktur
1. Sesar merupakan suatu bidang rekahan yang telah mengalami pergeseran
2. Kekar merupakan rekahan tanpa atau tidak mengalami pergeseran pada bidang rekahannya.
3. lipatan merupakan kenampakan muka bumi hasil dari compresional stress yang berbentuk lipatan baik itu ke atas (antiklin) dan kebawah (sinklin).
Read more >>