Terima kasih anda telah mengunjungi blog ini, blog yang berisikan tentang ilmu geologi. Blog ini tak hanya ditujukan untuk geologist dan mahasiswa ilmu kebumian lainnya, namun blog ini juga ditujukan untuk anda yang penasaran terhadap ilmu geologi. Semoga bermanfaat!

Senin, 22 November 2010

klasifikasi citra bagi pemetaan penyebaran batuan

Lillesand & Kiefer (1994) menyatakan permukaan bumi sangat bervariasi dan kompleks dengan relief topografi, komponen material yang mendasari tiap bagian permukaan dan pelaku perubahan yang terjadi. Setiap batuan, retakan dan efek lain gerakan internal, erosi dan pengendapan merupakan tanda perubahan yang terjadi pada bumi. Seseorang yang akan merinci dan menerangkan material batuan bumi dan struktur geologi harus mengerti asas geomorfologi dan dapat mengenali variasi material dan struktur batuan.

Proses pemetaan geologi akan jauh dipermudah dengan menggunakan pengamatan citra landsat terlebih dulu. Deposit mineral yang ada di permukaan bumi atau dekat permukaan bumi yang mudah didatangi sudah sulit ditemukan, maka perhatian sekarang ditujukan pada deposit yang jauh dibawah bumi atau pada lokasi yang sulit didatangi. Banyak informasi tentang daerah yang potensial untuk eksplorasi dapat ditemukan dengan interpretasi bentuk permukaan pada citra landsat. Citra landsat sesuai untuk pemetaan geologi karena terdapat gelombang inframerah yang berfungsi untuk membedakan formasi batuan dan untuk pemetaan hidrotermal. Beberapa peneliti yang telah melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengolahan citra yaitu Phill Clogg & Margarita Diaz-Andreu (1999) melakukan penelitian pengolahan citra yaitu citra jejak (record) pada batuan. Indra Riyanto dan wihartini (2007) melakukan penelitian pengolahan citra dengan metode transformasi wavelet A Trous dan segmentasi watershed.

Citra landsat yang ada seringkali belum dapat memberi informasi yang optimal, sehingga untuk memperoleh informasi yang baik perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan citra landsat yaitu komposit warna, interpretasi manual visual, klasifikasi dan uji akurasi. Dari 2 proses tersebut akan dihasilkan produk berupa citra baru yang membantu dalam proses identifikasi kondisi geologi yaitu sebaran batuan dan struktur geologi. Selanjutnya dilakukan analisa citra menghasilkan peta geologi. Peta geologi mencakup penyebaran jenis batuan dan kelurusan (struktur geologi).


sumber : http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-11411-Chapter1.pdf

Tidak ada komentar: